Polda Malut Tangkap Terduga Pelaku Penyalahgunaan BBM di Halsel

Penangkapan BBM jenis solar. Foto: Istimewa

AyoTernate.com – Polda Maluku Utara melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) ungkap kasus dugaan tindak pidana penyalahgunaan pengangkut bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi di Desa Babang, Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, pada Selasa dan Rabu (28/10/2026).

Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan tujuh unit truk, empat di antaranya diduga telah dimodifikasi, serta 57 jerigen yang terdiri dari 36 jerigen berisi BBM jenis solar bersubsidi.

Kabid Humas Polda Maluku Utara Kombes Pol. Hadi Poerwanto, menjelaskan bahwa pengungkapan ini berawal dari penyelidikan atas informasi dugaan aktivitas penampungan dan penjualan kembali solar bersubsidi di wilayah tersebut.

Tim Ditreskrimsus yang dipimpin oleh Dir Reskrimsus Polda Maluku Utara Kombes Pol. Reinhard Habonaran Nainggolan melakukan penyelidikan dan mendatangi sebuah garasi kendaraan di Desa Babang.

“Di lokasi, petugas menemukan aktivitas pemindahan BBM jenis solar dari tangki kendaraan truk ke dalam jerigen untuk ditampung di gudang,” kata Kabid Humas Polda Malut, Kombes Pol Hadi.

Dari hasil pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara, Hadi menambahkan, petugas mengamankan barang bukti untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

“Sejumlah saksi dan seorang calon tersangka berinisial A, yang diduga sebagai pemilik lokasi penampungan dan kendaraan, turut dimintai keterangan,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, penyidik juga meminta keterangan dari pihak yang diduga sebagai pembeli dan sopir truk guna mendalami asal-usul BBM, mekanisme distribusi, serta dugaan keterlibatan pihak lain dalam aktivitas tersebut.

Hadi menegaskan, penanganan perkara masih berlanjut. Penyidik akan melakukan pendalaman, melaksanakan gelar perkara, serta menentukan langkah hukum berikutnya berdasarkan hasil penyidikan dan alat bukti yang diperoleh.

“Perkara ini ditangani berdasarkan ketentuan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja,” pungkansya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini