Resmi Dilantik Ketum IKAT UMMU Ternate, Ini Pesan Fajar Kemhay
AyoTernate.com – Muhammad Fajar Kemhay resmi dilantik sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni Tambang (IKAT) Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) Ternate periode 2026-2029, Senin (28/07/26).
Dalam sambutan, Fajar mengajak seluruh rekan-rekan alumni untuk tetap beradaptasi dengan perubahan cepat di dunia pertambangan saat ini.
“Hari ini kita hidup di era baru pertambangan. Era di mana Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) bukan lagi sekadar dokumen administrasi. RKAB adalah kontrak kinerja kita dengan negara, dengan lingkungan, dan dengan masyarakat,” katanya.
Ia menyoroti kondisi Malut yang memiliki cadangan nikel terbesar di Indonesia dan menjadi pusat hilirisasi serta investasi smelter. Namun, di sisi lain, sorotan terhadap sektor tambang juga semakin tajam, mulai dari isu hutan, laut, masyarakat, reklamasi, hingga gelombang PHK akibat pengurangan kuota produksi.
“Untuk menjawab tantangan itu, paling tidak alumni berpegang pada 2 kata kunci, yakni efisiensi dan berkelanjutan. Efisien diartikan sebagai kemampuan merencanakan dan mengeksekusi RKAB secara cerdas,” ujarnya.
Jadi, lanjutnya, target produksi harus tercapai dengan stripping ratio serendah mungkin, fleet optimal, tanpa pemborosan BBM dan maintenance. Digitalisasi juga wajib dikuasai, seperti mine planning berbasis data, fleet management system, hingga pelaporan MODI yang akuntabel.
Kemudian berkelanjutan berarti menambang hari ini tetapi tetap memikirkan 20 tahun ke depan. Dari sisi lingkungan, reklamasi progresif harus jalan, pengelolaan air, debu dan emisi sesuai RKAB. Dari sisi sosial, program PPM harus benar-benar dirasakan masyarakat, rekrut anak daerah, dan jaga Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Untuk menghadapi era ESG atau lingkungan, sosial, dan tata kelola, digitalisasi tambang, mine planning berbasis AI, dan tuntutan energi baru terbarukan, Fajar mengajak 3 komitmen.
Yang pertama, kata dia, upgrade diri terus menerus melalui sertifikasi K3, POP, POM, POU, pelatihan software tambang seperti Minex, Surpac, Deswik, serta pemahaman ESG dan carbon accounting.
Kedua menguatkan dengan berbagi pengalaman, menjadi mentor, membuka pintu magang dan kerja untuk adik-adik. Dan terakhir jaga nama baik profesi dengan mengedepankan etika kerja, safety culture, dan integritas.
“Saya percaya lulusan Teknik Pertambangan UMMU punya mental pejuang. Mental itu sekarang kita pakai untuk berjuang melawan zona nyaman kita sendiri,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Fajar menyampaikan 3 pesan untuk universitas dan Prodi Teknik Pertambangan UMMU. Di mana sinergi kurikulum dengan industri agar lulusan menguasai software mine planning, data analytics, K3 dan ESG. Alumni siap jadi jembatan ke perusahaan untuk magang dan praktik.
Penguatan fasilitas Teknik Pertambangan terutama laboratorium, mengingat UMMU adalah kampus Muhammadiyah pertama yang memiliki Prodi Teknik Pertambangan. Serta menjaga marwah almamater agar lulusan dikenal kompeten, beretika, dan punya safety culture tinggi.
“Kami berharap ada kolaborasi antara rektorat, prodi, dan alumni untuk menjadikan Teknik Pertambangan UMMU sebagai program studi yang unggul dan relevan,” pungkasnya.(red)


Tinggalkan Balasan