27 Petani di Ternate Terima Bantuan Pupuk dan Bibit

Penyerahan simbolis kepada petani oleh Kepala Dinas Pertanian Kota Ternate. Foto: Istimewa/AyoTernate

AyoTernate.com – Pemanfaatan lahan kosong milik pemerintah mulai dikembangkan menjadi lahan pertanian di Kota Ternate, Maluku Utara.

Salah satunya di kawasan Kompleks Pemancar RRI Ternate, Kelurahan Kayu Merah, Kecamatan Ternate Selatan, yang kini dikelola 27 petani melalui program optimalisasi aset negara.

Pengelolaan lahan tersebut ditandai dengan penyerahan bantuan pupuk, bibit, dan bantuan pertanian lainnya kepada para petani, pada Kamis (17/9/2026).

Bantuan tersebut diberikan melalui kolaborasi antara Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara, Dinas Pertanian Kota Ternate, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Ternate, serta RRI Ternate.

Lahan yang dikelola para petani merupakan bagian dari program optimalisasi aset negara yang dilakukan KPKNL Ternate. Program tersebut bertujuan agar aset negara yang selama ini belum dimanfaatkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menghasilkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Kepala KPKNL Ternate, Umardani Yusuf, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berupa penyerahan bantuan kepada petani, tetapi juga menjadi langkah awal untuk menjajaki kerja sama dalam mengoptimalkan aset pemerintah.

Menurutnya, kegiatan tersebut turut melibatkan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Maluku Utara, Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara, Dinas Pertanian Kota Ternate, serta Kepala Stasiun RRI Ternate.

“Program ini guna mengoptimalkan aset-aset milik pemerintah pusat maupun daerah, sehingga aset tersebut lebih terawat, memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya petani, sekaligus menghasilkan PNBP,” ujar Umardani.

Ia menjelaskan, program pemanfaatan lahan kosong tersebut untuk pertama kalinya diterapkan di Maluku Utara dengan Ternate sebagai lokasi percontohan.

“Ini pertama kali di Maluku Utara, Ternate jadi percontohan, di mana lahan kosong milik RRI Ternate dijadikan sebagai lahan pertanian hortikultura, seperti cabai, tomat, bayam, dan kangkung. Karena harga komoditas tersebut di Ternate cukup tinggi,” katanya.

Umardani menyebut potensi lahan kosong milik pemerintah yang dapat dimanfaatkan sebagai lahan pertanian masih cukup besar. Karena itu, program serupa tidak menutup kemungkinan dikembangkan di daerah lain.

“Tidak menutup kemungkinan lahan milik pemerintah pusat maupun daerah, seperti Provinsi Maluku Utara, Halmahera Tengah, dan Halmahera Selatan juga bisa menduplikasi program ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Ternate, Faisal Harun Dano Husen, mengatakan bantuan kepada kelompok tani di kawasan Kompleks Pemancar RRI Ternate merupakan hasil kolaborasi antara KPKNL Ternate, Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara, Dinas Pertanian Kota Ternate, dan RRI Ternate.

“Bantuan yang diberikan berupa pupuk kompos, pupuk NPK, dan pupuk biokonversi,” ujar Faisal.

Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu mengurangi beban biaya produksi yang selama ini menjadi salah satu kendala bagi petani.

“Saya merasa bangga karena petani kita sangat bersemangat dalam bertanam. Semoga kebutuhan sayur di Ternate tidak terlalu bergantung pada pasokan dari daerah luar,” ucapnya.

(srm/srm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini