Berikut Data Kerusakan Akibat Gempabumi di Kota Ternate

Salah satu gereja di Pulau Batang Dua ambruk usai gempabumi di Guncang Sulawesi Utara. Foto: Istimewa

AyoTernate.com – Sejumlah rumah warga hingga tempat ibadah di Kota Ternate rusak akibat gempabumi yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut) pada Kamis, (2/4/2026).

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate, jumlah kerusakan rumah warga tersebar di beberapa kecamatan, seperti Kecamatan Pulau Batang Dua, Kecamatan Ternate Selatan, Kecamatan Ternate Tengah dan Kecamatan Ternate Utara dengan kategori rusak berat, sedang hingga ringan.

Di Kecamatan Batang Dua sendiri tepatnya di Kelurahan Bido dilaporkan 5 rumah penduduk rusak berat dan 11 lainnya rusak ringan dan 1 tempat ibadah rusak sedang. Sementara di Kelurahan Tifure disebutkan 7 rumah rusak ringan dan 1 tempat ibadah rusak ringan.

Di Kelurahan Lelewi sendiri 3 tempat ibadah dilaporkan rusak. Keluarahan Mayau 1 tempat ibadah rusak berat, dan di Keluarahan Pantesagu 1 tempat ibadah rusak ringan.

Kecamatan Ternate Selatan sendiri dilaporkan terdapat 1 orang luka-luka, salah satu rumah warga rusak di Kelurahan Gambesi dan 1 rumah warga di Kelurahan Mangga Dua rusak sedang akibat gempabumi tersebut.

Kecamatan Ternate Tengah sendiri dilaporkan terdapat 1 rumah warga di Kelurahan Tongole rusak ringan.

Sementara di Kecamatan Ternate Utara tepatnya di Kelurahan Sango dilaporkan 1 rumah warga rusak ringan dan 1 rumah  warga lainnya rusak ringan di Kelurahan Toboleu.

Sejauh ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate telah membuka posko tanggap darurat yang berlokasi di eks Kantor Walikota Ternate serta telah menyalurkan bantuan logistik dan peralatan lainnya ke warga terdampak di Kecamatan Batang Dua.

“Hari ini surat keputusan status tanggap darurat bencana akan saya tandatangani. Saya juga sudah perintahkan BPBD untuk bergerak ke lokasi bencana di Batang Dua,” ujar Walikota Ternate, M. Tauhid Soleman.

Untuk diketahui, gempabumi yang mengguncang Sulawesi Utara dan wilayah Maluku Utara terjadi pada Kamis (2/4/2026) pagi WIT. Gempa yang terjadi pada koordinat 1,21 LU – 126,25 BT atau sekitar 128 kilometer timur arah Bitung dengan kedalaman 18 kilometer.

(srm/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Sosok

Dialog Tuhan