Terkait Masjid Raya Kepulauan Sula, Warga Kirim Surat Terbuka ke Bupati Ningsi Mus

Masjid Agung Al-Istiqomah Kepulauan Sula. Foto: Istimewa

AyoTernate.com – Warga kirim surat terbuka kepada Bupati Fifian Adeningsi Mus dan Plt Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Kepulauan Sula, Mansuh Mudo terkait pengelolaan Masjid Agung Al-Istiqomah.

Mohtar Umasugi, warga yang mengirim surat terbuka tersebut mengatakan, Masjid Agung Al-Istiqomah atau Masjid Raya Kabupaten Kepulauan Sula  merupakan salah satu ikon keagamaan dan pusat aktivitas umat Islam di daerah ini.

“Belakangan ini, keluhan jamaah mengenai hilangnya sandal saat menunaikan salat semakin sering terdengar. Hampir setiap waktu salat, selalu ada jamaah yang mengeluhkan kehilangan sandal atau alas kaki mereka,” kata Mohtar, Senin (25/5/2026).

Dalam satu bulan terakhir, Mohtar yang merupakan dosen di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Kepulauan Sula itu menyampaikan, ia bersama anaknya sendiri mengalami kejadian serupa secara bergantian. Mungkin bagi sebagian orang persoalan ini terlihat kecil, namun jika terus berulang, maka hal tersebut menunjukkan adanya persoalan keamanan dan tata kelola yang perlu mendapat perhatian serius.

“Masjid adalah rumah Allah, tempat ummat mencari ketenangan, memperkuat keimanan, dan membangun ukhuwah. Karena itu, keamanan dan kenyamanan jamaah seharusnya menjadi bagian penting dari pengelolaan masjid. Jamaah tidak seharusnya merasa khawatir kehilangan barang miliknya ketika datang untuk beribadah,” bebernya.

Untuk itu, Mohtar berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula melalui Bagian Kesra dapat mengambil langkah-langkah strategis untuk memperkuat tata kelola Masjid Agung Al-Istiqomah.

“Salah satu langkah yang patut dipertimbangkan adalah pembentukan Yayasan Masjid Agung Al-Istiqomah yang memiliki legalitas, struktur organisasi yang jelas, serta tanggung jawab yang lebih profesional dalam mengelola seluruh aktivitas dan aset masjid,” sarannya.

Pembentukan yayasan tersebut, lanjutnya, diharapkan mampu meningkatkan kualitas tata kelola dan manajemen masjid. Memperkuat sistem keamanan dan kenyamanan jamaah. Mengoptimalkan fungsi masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan umat. Dan menjamin keberlanjutan program-program keagamaan secara lebih terencana dan profesional.

“Menjaga aset-aset masjid sebagai amanah umat yang harus dikelola dengan baik. Selain itu, kami juga berharap adanya evaluasi terhadap sistem pengamanan di lingkungan masjid, termasuk penataan area penyimpanan sandal, pengawasan yang lebih baik, dan pemasangan sarana pendukung keamanan seperti CCTV apabila memungkinkan,” harapnya.

Kepada para orang tua, Mohtar mengajak untuk terus menanamkan nilai-nilai kejujuran dan amanah kepada anak-anak. Masjid harus menjadi tempat lahirnya generasi yang berakhlak mulia, bukan tempat tumbuhnya perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai agama.

“Besar harapan kami agar surat terbuka ini dapat menjadi bahan perhatian demi kemajuan dan kemaslahatan umat Islam di Kabupaten Kepulauan Sula. Masjid Agung Al-Istiqomah bukan hanya bangunan fisik, tetapi juga simbol persatuan, kebanggaan, dan wajah keislaman daerah yang harus dijaga bersama,” pungkasnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Sosok

Dialog Tuhan