Dosen dan Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Ternate Lakukan Pengabdian ke Masyarakat
AyoTernate.com – Diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering dialami sejumlah anak-anak yang ada di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara (Malut).
Terutama di lingkungan dengan kondisi sanitasi dan higiene yang belum optimal. Sebagai upaya meningkatkan deteksi dini dan pencegahan penyakit diare, tim pengabdian kepada masyarakat melaksanakan kegiatan yang bertajuk “Pemanfaatan Media Alternatif untuk Isolasi Bakteri pada Feses Anak dengan Kasus Diare di Wilayah Binaan Kelurahan Dufa-Dufa, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate”.
Ketua Tim Penilitan, Erpi Nurdin mengatakan, kegiatan ini menghadirkan inovasi penggunaan media alternatif berbahan lokal sebagai solusi sederhana dan ekonomis dalam pemeriksaan mikrobiologi bakteri penyebab diare.
“Media alternatif tersebut diformulasikan dari bahan yang mudah diperoleh dan tetap mendukung pertumbuhan bakteri enterik untuk kebutuhan isolasi bakteri secara sederhana,” kata Erpi, Senin (25/5/2026).
Jadi, lanjutnya, salah satu bahan utama yang dimanfaatkan adalah ikan tuna, komoditas unggulan Maluku Utara yang melimpah di Kota Ternate. Pemanfaatan bahan lokal ini diharapkan dapat menjadi alternatif media kultur yang murah, mudah dibuat, dan aplikatif untuk mendukung pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.
“Dalam pelaksanaan kegiatan, tim pengabdian bersama tenaga kesehatan melakukan edukasi kepada masyarakat, kader posyandu, dan orang tua mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta pemeriksaan mikrobiologi pada kasus diare anak,” ujarnya.

Selain itu, Erpi menambahkan, dilakukan pula pelatihan sederhana mengenai teknik penggunaan media alternatif dan penanganan sampel sesuai prinsip biosafety dasar.
“Sebagai bagian dari kegiatan pemeriksaan, dilakukan pengambilan sampel feses maupun swab rektum pada anak yang mengalami diare,” ucapnya.
Proses pengambilan sampel, kata dia, dilakukan oleh tenaga kesehatan secara hati-hati dengan memperhatikan aspek keamanan, kenyamanan anak, dan prosedur kebersihan yang sesuai standar. Sampel yang diperoleh kemudian digunakan dalam proses isolasi bakteri menggunakan media alternatif yang telah disiapkan.
“Masyarakat dan kader kesehatan menyambut baik kegiatan ini, karena memberikan pengetahuan baru mengenai pemanfaatan sumber daya lokal dalam bidang kesehatan. Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan deteksi dini bakteri penyebab diare, sekaligus memperkuat upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan dan perilaku hidup bersih dan sehat,” harap Erpi.
Salah satu tim, Riskawati Hasanudin menambahkan, melalui kegiatan pengabdian ini, pihaknya berharap dapat membangun model pemberdayaan masyarakat berbasis mikrobiologi terapan yang sederhana, ekonomis, dan berkelanjutan.
“Supaya dapat diterapkan di wilayah binaan lainnya di Kota Ternate maupun Provinsi Maluku Utara,” pungkasnya.
Sekadar diketahui, dalam penilitian ini dipimpin oleh Dosen Erpi Nurdin, Dosen Riskawati Hasanuddin dan dibantu oleh tiga mahasiswa Poltekkes Kemenkes Ternate, Elda Agustina Permatasari, Eni Setya Ningrum dan Siti Nur Afni Yonu.(red)





Tinggalkan Balasan