Harga Dexlite Naik, Pemkot Ternate Berharap Stok Biosolar Tetap Aman
AyoTernate.com – Kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Dexlite yang melonjak tajam dalam beberapa pekan terakhir memicu peningkatan penggunaan Biosolar subsidi di Provinsi Maluku Utara. Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate berharap stok Biosolar tetap aman di tengah lonjakan kebutuhan masyarakat.
Wakil Wali Kota Ternate, Nasri Abubakar, mengatakan hingga saat ini ketersediaan BBM subsidi di Kota Ternate, baik Pertalite maupun Biosolar, masih dalam kondisi aman. Meski demikian, pemerintah tetap mengantisipasi meningkatnya permintaan akibat banyak pengguna kendaraan diesel beralih dari Dexlite ke Biosolar.
Hal itu disampaikan Nasri usai menghadiri rapat hearing pembahasan kelangkaan BBM subsidi bersama Pemerintah Provinsi Maluku Utara, BPH Migas, Pertamina, organisasi angkutan, dan pengelola SPBU di Kantor Gubernur Maluku Utara, pada Senin (18/5/2026).
“Kalau kita lihat bersama, Ternate sampai saat ini masih biasa-biasa saja. Stok aman, baik Pertalite maupun Biosolar,” ujar Nasri.
Lonjakan harga Dexlite terjadi cukup signifikan. Pada awal April 2026, harga Dexlite masih berada di kisaran Rp14.500 hingga Rp15.000 per liter. Namun pada pertengahan April, harga naik menjadi Rp24.150 per liter, dan kembali melonjak pada Mei 2026 hingga mencapai Rp26.600 per liter di wilayah Maluku dan Maluku Utara.
Sementara itu, harga Biosolar subsidi tetap berada di angka Rp6.800 per liter. Selisih harga yang cukup besar membuat banyak masyarakat, terutama pengguna kendaraan diesel dan angkutan umum, beralih menggunakan Biosolar subsidi.
Nasri menuturkan, Biosolar merupakan Jenis BBM Tertentu (JBT) yang mendapat kuota subsidi dari pemerintah. Sedangkan Dexlite merupakan BBM non-subsidi yang harganya menyesuaikan kondisi pasar minyak dunia.
Menurutnya, dalam rapat tersebut dibahas berbagai persoalan distribusi BBM subsidi di Maluku Utara. Beberapa daerah dilaporkan mulai mengalami antrean panjang dan keterbatasan pasokan Biosolar akibat tingginya permintaan.
Meski begitu, Kota Ternate dinilai masih aman karena memiliki lembaga penyalur yang mendapat penugasan khusus untuk menyalurkan BBM subsidi kepada masyarakat.
Selain itu, BPH Migas juga menerima masukan terkait perlunya penambahan kuota Biosolar untuk Maluku Utara. Sejumlah SPBU di wilayah ini juga mulai dipersiapkan untuk menyalurkan Biosolar agar distribusi lebih merata.
Pemkot Ternate berharap usulan penambahan kuota dapat segera direalisasikan, khususnya untuk Kota Ternate, agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan aktivitas transportasi tidak terganggu.
(srm/red)

Tinggalkan Balasan