Choky Umasangadji, Penyanyi Ternama Maluku Utara yang Pertahankan Bahasa Lokal
AyoTernate.com – Choky Umasangadji, pria asal Kepulauan Sula yang telah berhasil mencatat namanya sebagai salah satu penyanyi ternama di Provinsi Maluku Utara.
Ia merintis karir dari bawah, dari panggung-panggung kecil, studio rekaman sederhana, hingga akhirnya menjadi salah satu penyanyi paling didengar di Maluku Utara.
Nama Choky mulai dikenal ketika bergabung dengan Torank Record, label lokal yang membesarkan banyak musisi asal Maluku Utara.
Bersama Alan Darmawan sebagai arranger, Choky merilis lagu “Ojek Pangkalan” Cipta Halim M Wahid pada 2021. Lagu itu menjadi pintu pembukanya di industri musik Maluku Utara.
Ia juga sempat membawakan cover “Oyang Kalili” yang memperlihatkan karakter vokalnya yang khas, melankolis, tapi tegas dengan menggunakan logat Makian yang kental.
Titik baliknya terjadi ketika ia juga terlibat dalam projek kebanggaan Maluku Utara, “North Maluku the Lands of Kings” bersama Gunawan Muharjan dan Windy Ismail yang dirilis tahun 2022.
Itu membuktikan bahwa Choky tidak hanya penyanyi pop galau, tapi juga mampu membawakan lagu bertema kedaerahan. Karir Choky benar-benar meledak setelah ia merilis karya-karya original di channel Choky Umasangadji Official.
Dua lagu yang menjadi anthem anak muda Maluku Utara di antaranya adalah “Aisyah”. Lirik mas kawin barapa ado yang ngana minta, kalo so dapa langsung gas maso minta. Lagu ini begitu digemari oleh kaum milenial
Kemudian lagu berjudul “Ijazah SMA”. Lagu ini yang bikin dia dicintai pekerja tambang. Liriknya jujur, “biar karja di tambang pe stengah mati, kita berjuang demi halalkan cinta sejati”.
Lagu pekerja, lagu cinta, sekaligus lagu realita Maluku Utara yang hidup dari lingkar tambang. Dari situlah julukan “Suara Wayase” melekat padanya. Wayase, kawasan di Maluku Utara yang menjadi identitasnya.
Hingga kini, Choky tetap konsisten di jalur independen. Manajemen dipegang sendiri (Contact: 082291751513), promosi lewat Instagram @choky_umasangadjireal dan TikTok @chokyumasangadji, serta produksi di RPVL Studio dan I’M Studio Ternate.
Ia juga termasuk musisi yang keras menjaga karyanya dengan warning. Dilarang keras mengcover dan reupload tanpa izin, sebuah sikap profesional yang jarang dilakukan musisi lokal.
Di tengah gempuran musik nasional, Choky Umasangadji memilih tetap berbahasa Maluku Utara, tetap bercerita tentang cinta dan kehidupan orang Maluku Utara, karena itulah ia dicintai. Seperti yang selalu ia tulis di dalam deskripsi videonya.
“Harapan kami, dukung terus musisi-musisi lokal di Maluku Utara,” kat Choky.
Sebuah kalimat yang menjadi perwakilan dari semua musisi asal Maluku Utara.(red)






Tinggalkan Balasan