APHI Komda Malut Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla dan Koordinasi Informasi Lintas Pihak
AyoTernate.com – Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Komisariat Daerah Maluku Utara (Malut) mengajak seluruh anggota dan pemangku kepentingan untuk memperkuat kesiapsiagaan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama melalui pemantauan dini, verifikasi lapangan, patroli, dan koordinasi informasi yang cepat.
Ketua APHI Komda Maluku Utara, Arif Budiantoro, menyampaikan bahwa informasi hotspot perlu ditindaklanjuti secara cermat. Hotspot merupakan indikasi anomali panas hasil pemantauan satelit dan bukan serta-merta menunjukkan adanya api aktif, sehingga memerlukan pengecekan lapangan atau ground check. Sistem SiPongi Kementerian Kehutanan menyediakan informasi sebaran dan tingkat kepercayaan hotspot untuk mendukung tindak lanjut tersebut.
“Setiap indikasi hotspot, khususnya yang muncul berulang atau berada di dalam maupun sekitar areal kerja, harus segera diverifikasi. Pencegahan sejak dini merupakan langkah paling efektif untuk melindungi hutan, masyarakat, dan keberlanjutan usaha,” ujar Arif, Selasa (25/8/2026).
Pada periode 3–9 Agustus 2026, Arif menyampaikan, tercatat sekitar 133 hotspot di Maluku Utara. Halmahera Utara menjadi wilayah dengan jumlah tertinggi, sekitar 32 titik yang tersebar di 23 desa.
Data ini menjadi dasar untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada lokasi dengan kondisi vegetasi kering, semak belukar, lahan terbuka, kebun masyarakat, serta kawasan berhutan,” ucapnya.
APHI Komda Maluku Utara meminta seluruh anggota untuk memastikan kesiapan personel, peralatan pemadaman, sumber air, sarana komunikasi, dan prosedur tanggap darurat. Anggota juga didorong melaksanakan patroli mandiri, memperkuat sosialisasi pembukaan lahan tanpa bakar, serta meningkatkan koordinasi dengan Manggala Agni, Dinas Kehutanan, BPBD, TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat sekitar.
Untuk mempercepat respons lapangan, lanutnya Arif, APHI Komda Maluku Utara menilai pengaktifan WA Group koordinasi karhutla lintas pihak sangat penting. Media komunikasi tersebut dapat digunakan untuk menyampaikan informasi awal hotspot, hasil pengecekan lapangan, foto atau video kondisi lokasi, status penanganan, serta kebutuhan dukungan personel dan peralatan. WA Group merupakan sarana komunikasi cepat dan tetap harus disertai mekanisme pelaporan resmi sesuai ketentuan.
“Koordinasi yang cepat, akurat, dan berbasis informasi lapangan merupakan kunci pencegahan karhutla. Kami mengajak seluruh pihak untuk aktif berbagi informasi secara bertanggung jawab serta menegakkan prinsip zero burning dalam seluruh kegiatan operasional,” kata Arif.
APHI Komda Maluku Utara menegaskan komitmennya untuk mendukung pengendalian karhutla melalui kesiapsiagaan anggota, penguatan koordinasi di tingkat tapak, dan kolaborasi berkelanjutan dengan seluruh pihak terkait.
“Strategi Kementerian Kehutanan juga menempatkan pemantauan hotspot, patroli terpadu, kesiapan sumber daya, serta respons cepat sebagai unsur penting pengendalian karhutla,” pungkasnya.(red)






Tinggalkan Balasan