Pemkot Ternate dan Probolinggo Perkuat Kerja Sama Stabilkan Harga Pangan
AyoTernate.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate resmi menjalin sinergi dan kolaborasi strategis dengan Pemerintah Kota Probolinggo, Jawa Timur, dalam upaya memperkuat stabilitas harga komoditas pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Langkah tersebut ditandai dengan pelaksanaan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Penandatanganan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) yang berlangsung di Kota Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Bank Indonesia itu dihadiri jajaran pejabat kedua daerah, di antaranya Wali Kota Probolinggo dr. H. Aminuddin, Sekretaris Daerah Kota Ternate Dr. Rizal Marsaoly, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang Abidin Abdul Haris, serta Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara Handi Susila.
Dalam sambutannya, Rizal menjelaskan bahwa kerja sama tersebut dilatarbelakangi kondisi Kota Ternate sebagai daerah kepulauan dengan luas daratan yang terbatas, yakni 162,17 kilometer persegi, serta jumlah penduduk sekitar 218 ribu jiwa. Kondisi tersebut membuat perekonomian Ternate lebih banyak bertumpu pada sektor jasa dan perdagangan.
“Kota Ternate tidak memiliki lahan pertanian yang cukup dan bukan daerah penghasil pangan. Sekitar 80 persen pasokan kebutuhan pangan kami mendatangkan dari luar Maluku Utara, terutama dari Jawa Timur,” ungkap Rizal.
Ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah tersebut menjadi salah satu tantangan dalam menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi di Kota Ternate. Kondisi itu bahkan pernah menyebabkan inflasi Ternate mencapai level tinggi dan melampaui rata-rata inflasi nasional pada 2015.
Selain faktor pasokan, tingginya permintaan bahan pangan dari sektor industri ekstraktif dan perusahaan tambang berskala besar di Maluku Utara, termasuk Harita dan IWIP, turut memengaruhi ketersediaan serta stabilitas harga komoditas pangan di pasar lokal.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, TPID Kota Ternate bersama Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara terus memperkuat koordinasi melalui rapat rutin setiap bulan. Langkah ini dilakukan untuk memantau kondisi pasokan sekaligus mengidentifikasi dan memitigasi berbagai risiko yang dapat memicu inflasi.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah membuka jalur pasokan langsung dari daerah produsen, salah satunya Kota Probolinggo.
Usai penandatanganan kerja sama, rombongan Pemkot Ternate melanjutkan kegiatan dengan kunjungan lapangan dan sharing session bersama Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) Kota Probolinggo.
Bawang merah menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian karena kerap menjadi penyumbang inflasi di Kota Ternate, terutama ketika terjadi kelangkaan pasokan di pasar.
Untuk itu, Pemkot Ternate turut membawa lima pengusaha atau pedagang besar komoditas Barito, yakni bawang, rica atau cabai, dan tomat, yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pengusaha Pemasok Pangan Kota Ternate.
“Kami mengajak langsung para pelaku usaha pedagang dari Ternate agar usai kunjungan ini terjadi kesepakatan Business-to-Business (B2B) secara komersial dengan Asosiasi Bawang Merah di Kota Probolinggo,” tegas Rizal.
Pemkot Ternate melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan akan terus mengawasi sekaligus memfasilitasi proses kerja sama bisnis tersebut agar berjalan secara transparan dan akuntabel.
Langkah ini diharapkan dapat memastikan rantai distribusi pangan berjalan lancar dan aman, sekaligus memberikan manfaat yang berimbang bagi petani di Probolinggo, pedagang, hingga konsumen di Kota Ternate.
Rizal juga menyampaikan apresiasi kepada Walikota Probolinggo beserta jajaran dan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara atas fasilitasi serta dukungan dalam mendorong terwujudnya ketahanan pangan regional dan pengendalian inflasi yang lebih kuat.
(srm/srm)







Tinggalkan Balasan