Bupati Sashabila Mus Pulang ke Taliabu Setelah Warga Menderita Hadapi Karhutla
AyoTernate.com – Hati Bupati Sashabila Widya Lufitalia Mus tergerak pulang ke Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, setelah masyarakat mendapat musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutal).
Jika tidak ada kebakaran hutan dan lahan secara besar-besaran, kemungkinan besar anak kandung mantan Bupati Kepulauan Sula, Ahmad Hidayat Mus itu masih betah tinggal di Jakarta.
Bupati Sashabila ini, salah satu pemimpin yang paling jarang ada di daerah. Ia lebih menghabiskan waktu berbulan-bulan tinggal di Jakarta, ketimbang betah di Pulau Taliabu.
Kurang lebih satu minggu ini, warga beberapa desa di Pulau Taliabu menghadapi kebakaran hutan yang cukup besar. Kabupaten yang dimekarkan tahun 2012 ini, akses jalan masih sangat sulit terjangkau antara Bobong dan desa-desa lain, sehingga warga yang menggunakan tenaga mereka untuk mengambil air di sungai pandamkan api.
Dari semua desa yang saat ini hadapi kebarakan hutan dan lahan, ada tiga desa yang termasuk paling parah. Yaitu kebun warga Desa Salati, Onemai dan Desa Nggele. Warga yang berada di tiga desa ini ada yang mengalami kerugian besar lantaran pohon cengkeh mereka ikut terbakar.
11 tahun lalu, kebakaran semacam ini pernah terjadi di Taliabu. Warga tidak mampu padamkan api. Kebun-kebun warga bisa terselamatkan lantaran turun hujan.
“Kalau kebakaran saat ini, jika hanya andalkan manusia, itu tidak bisa. Kecuali menggunakan helikopter untuk padamkan api,” kata Rahmat, salah satu warga Pulau Taliabu, Sabtu (10/10/2026).
Beberapa hari ini, Rahmat mengatakan, warga benar-benar kelelahan akibat padamkan api. Sebab, hutan yang terbakar tidak berada di tanah yang rata. Tapi terjang. Sementara lokasi kebakaran ini, mobil tidak bisa jangkau.
“Mau tidak mau harus angkat sendiri. Dari pagi sampai malam hari. Banyak warga yang sudah tidak mampu,” bebernya.
Misalnya saat ini tidak ada kebakaran besar-besaran di Pulau Taliabu, lanjutnya, mungkin bupati masih ada di Jakarta. Ini karena memang sudah sudah benar-benar parah, makannya dia (bupati) pulang.
“Biasanya bupati tinggal di Jakarta selama berbulan-bulan. Tumben bupati mau pulang di Taliabu. Semoga saja api cepat padam,” pungkasnya.(red)






Tinggalkan Balasan