Gaya Kepemimpinan Bupati Taliabu Diduga Mirip Ayahnya yang Nyaman Tinggal di Jakarta

Mantan Bupati Sula, AHM dan Bupati Taliabu, Sashabila Mus. Foto: Istimewa

AyoTernate.com – Gaya kepemimpinan Bupati Pulau Taliabu, Sashabila Widya Lufitalia Mus, diduga mirip dengan ayahnya, Ahmad Hidayat Mus sewaktu jadi Bupati Kepulauan Sula.

Selama jadi Bupati Sula dua periode, Ahmad Hidayat Mus (AHM) lebih banyak menghabiskan waktunya untuk tinggal di Jakarta. Ketimbang di Sanana.

Dari informasi yang didapatkan AyoTernate, AHM tinggal di Jakarta selama berbulan-bulan. Mirisnya, mantan Ketua DPD I Partai Golkar Maluku Utara itu, ketika tiba di Sanana, paling lama hanya 1 minggu. Setelah itu balik lagi ke Jakarta.

Tugas AHM pada saat dia tiba di Sanana, Kepulauan Sula, dia hanya melakukan pergantian dan perombakan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Gaya kepemimpinan ini, diduga mirip dengan apa yang terjadi di Pulau Taliabu. Sejak Sashabila dilantik jadi bupati, dia paling jarang menetap di daerah.

Informasi yang dikantongi, Bupati Sashabila pernah 7 bulan tidak berada di daerah. Sehingga, di Grub Facebook TALIABU COMMUNITY, dihebohkan dengan salah satu postingan anggota grup atas nama Musifir Musafir. Akun ini memosting foto Bupati Pulau Taliabu, Sashabila Widya Mus dengan berita orang hilang atas nama Bupati Pulau Taliabu.

Selama Bupati Sashabila nyaman di Jakarta, penderitaan dan seluruh keluhan masyarakat selalu ditangani langsung oleh Wakil Bupati La Ode Yasir. Beliau melayani masyarakat mulai dari dalam ruangan hingga turun langsung ke lapangan.

Agenda-agenda penting seperti rapat paripurna bersama DPRD-pun, Bupati Sashabila tidak ikut hadir. Padahal, masyarakat sudah menaruh harapan besar di pundaknya untuk merubah Taliabu lebih baik.

“Iya benar, dulu waktu AHM jadi Bupati Sula, beliau lebih banyak tinggal di Jakarta. Semua tugas pemerintahan dilakukan oleh wakil bupati,” kata Jul, salah satu warga Kepulauan Sula, Rabu (7/10/2026).

Saat ini, hampir semua desa di Taliabu sedang menghadapi kebakaran hutan dan lahan, (Karhutla). Bahkan, ada masyarakat yang mengalami kerugian besar lantaran pohon cengkeh mereka ikut terbakar.

Tiga hari terkahir ini, warga Pulau Taliabu hidup dalam kekhawatiran. Di situasi kesulitan seperti itu, yang hadir di tengah-tengah masyarakat hanyalah Wakil Bupati La Ode dan Sekda Pulau Taliabu.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini