TNI Bubarkan Nobar Film ‘Pesta Babi’ di Unkhair Ternate, BEM Sebut Langgar Ruang Aktivitas Mahasiswa

TNI membubarkan Nobar Film Dokumenter 'Pesta Babi' di Unkhair Ternate. Foto: Istimewa

AyoTernate.com –  Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Khairun (Unkhair) Ternate mengecam tindakan aparat TNI yang membubarkan kegiatan nonton bareng (nobar) di lingkungan kampus pada, Selasa (12/5/2026) malam WIT.

Presiden BEM Unkhair, M. Fatahuddin Hadi, menilai tindakan pembubaran tersebut melampaui kewenangan TNI dan mencederai ruang kebebasan akademik di lingkungan perguruan tinggi.

Menurut Fatahuddin, kegiatan yang dilakukan mahasiswa berlangsung damai dan merupakan bagian dari aktivitas kemahasiswaan yang seharusnya dihormati. Ia menegaskan, kampus sebagai ruang belajar, berdiskusi, dan berekspresi tidak semestinya mendapat intervensi aparat di luar kewenangannya.

“Tindakan ini kami nilai melampaui wewenang TNI sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. Selain itu, tindakan tersebut mengganggu ruang aktivitas kemahasiswaan yang berlangsung damai serta mencederai prinsip supremasi sipil dan penghormatan terhadap otonomi kampus,” ujar Fatahuddin dalam pernyataannya yang diterima Rabu (13//5/2026).

Ia mengatakan, sikap BEM Unkhair Ternate merupakan bentuk perlindungan terhadap hak kebebasan akademik dan hak berkumpul secara damai yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar 1945.

Fatahuddin menegaskan, pihaknya menolak segala bentuk pembubaran kegiatan mahasiswa yang dilakukan oleh aparat TNI tanpa dasar hukum yang jelas.

“Kampus sebagai ruang belajar dan diskusi tidak sepantasnya ada tindakan pembubaran oleh TNI. Kami menolak keras segala bentuk pembubaran kegiatan mahasiswa yang dilakukan aparat TNI tanpa dasar hukum yang jelas,” katanya.

Selain itu, BEM Unkhair juga meminta pihak rektorat memberikan perhatian serius terhadap insiden tersebut. Menurutnya, pihak kampus memiliki tanggung jawab melindungi civitas akademika dari tindakan aparat yang dinilai berada di luar kewenangan.

BEM Unkhair juga mengajak masyarakat sipil dan kalangan akademisi untuk bersama-sama mengawal agar kampus tetap menjadi ruang yang bebas dari intervensi militer.

“Kami berharap ada perhatian khusus dari pihak rektorat untuk melindungi civitas akademika. Kami juga mengajak masyarakat sipil dan akademisi untuk terus mengawal agar kampus tetap menjadi ruang yang bebas dari intervensi militer,” tutupnya.

(red/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Sosok

Dialog Tuhan