Sejumlah Tempat Wisata Mangrove di Kepulauan Sula Mati Suri
SANANA, AyoTernate.com – Sejumlah tempat wisata mangrove yang dibangun menggunakan dana desa (DD) di Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara mengalami mati suri.
Di tahun 2017 hingga 2020, beberapa desa di Kecamatan Sanana Utara ramai-ramai kembangkan wisata mengrove dengan menggunakan dana desa, di antaranya Desa Wainin, Fukweu, Pohea dan Desa Mangega.
Dari empat tempat wisata itu, satu di antaranya, yakni wisata Wakayoya Mangega diresmikan langsung mantan Kapolda Maluku Utara, Brigjen Pol Suroto pada tahun 2020.
Sementara di Desa Fukweu, yang dikenal dengan wisata mengrove Pulau Kucing itu, sempat menarik perhatian banyak orang di tahun 2017 dan 2018. Itu karena pemandangan yang cukup memanjakan mata.
Empat desa yang berani gunakan anggaran desa untuk pengembangan wisata mangrove itu, dengan tujuan bisa menambah pendapatan desa sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.
Kini, sejumlah wisata itu sebagian besar fasilitasnya sudah mulai rusak. Hal tersebut bukan karena tidak mampu dikelola, tetapi jarang sekali orang yang berkunjung.
“Sebenarnya, di hari libur, kami ingin jalan-jalan ke tempat wisata. Tetapi kondisi ekonomi yang memang membuat kami tidak bisa ke mana-mana,” kata Wan, salah satu warga Kepulauan Sula, Senin (25/8/2025).
Wan mengatakan, sangat disayangkan jika wisata mangrove di Sula tidak lagi menjadi tempat untuk liburan. Dia sangat menyayangkan karena desa-desa itu yang mengalami kerugian besar.
“Kami harap wisata mangrove di Kepulauan Sula tidak ditutup. Semoga ada solusi untuk mengatasi masalah tersebut,” harapnya.(uki/red)



Tinggalkan Balasan