Kebakaran di Taliabu Meluas, Api Lahap Kawasan Hutan dan Kebun Warga

Pemandangan kebakaran hutan di Desa Salati dan Nggele, Kabupaten Pulau Taliabu. Foto: Istimewa

AyoTernate.com – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) melanda kawasan perkebunan warga di Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara. Kejadian tersebut membuat tanaman cengkih dan kakao milik warga terdampak.

Berdasarkan informasi yang diperoleh AyoTernate, titik api pertama kali terlihat di dekat kebun warga di Desa Salati, Kecamatan Taliabu Barat Laut, Kabupaten Pulau Taliabu, Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 16.00 WIT.

Saat itu, salah seorang warga melihat gumpalan asap kala membersihkan lahan perkebunan miliknya. Ketika melihat gumpalan asap, ia langsung menghubungi warga lainnya untuk meminta bantuan. Musim panas disertai angin kencang membuat api dengan cepat menyebar ke kawasan hutan.

“Apinya semakin besar, kebakaran dari semalam. Angin kuat, satu gunung sudah bersih,” ujar salah seorang warga dalam video berdurasi 47 detik yang diterima pada Rabu (7/10/2026).

Karena dengan peralatan seadanya serta angin kencang, kebakaran hutan dan lahan di Desa Salati, Kecamatan Taliabu Barat Laut itu meluas dengan cepat hingga ke lahan perkebunan warga Desa Nggele.

Merespons kejadian ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Taliabu memfokuskan pengerahan sumber daya dan bantuan logistik dengan mengoperasikan posko dapur umum serta posko kesehatan di dekat titik lokasi bencana.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pulau Taliabu Yosar Kardiat mengatakan, pemerintahan daerah akan menyiapkan penyaluran bantuan logistik dan fasilitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak maupun tim pemadam di lapangan.

Langkah ini diambil menyusul api telah menyebar dari area perkebunan masyarakat hingga memasuki hutan dan kawasan perbukitan.

“Atas dasar pertimbangan Karhutla yang makin besar, pemerintah daerah sepakat untuk memfokuskan bantuan dan pengerahan sumber daya pemadaman,” ujar Yosar.

Pada Rabu (7/10/2026), Pemkab Pulau Taliabu menyalurkan bantuan logistik berupa bahan pangan hingga perlengkapan medis seperti masker dan salep mata bagi korban di sejumlah titik posko darurat dan dapur umum.

Penyaluran bantuan dipimpin langsung Wakil Bupati Kabupaten Pulau Taliabu La Ode Yasir usai menggelar rapat koordinasi penanganan bencana bersama pimpinan perangkat daerah guna memantapkan langkah serta menyelaraskan strategi penanganan bencana antarinstansi.

Ia menginstruksikan seluruh jajaran perangkat daerah agar tidak berdiam diri dan wajib terlibat penuh bersama masyarakat dalam proses penanggulangan bencana di lapangan.

“Sebagai langkah nyata percepatan penanganan darurat, pemerintah daerah menetapkan kebijakan untuk mendirikan posko dapur umum di setiap kecamatan yang terdampak,” kata La Ode Yasir.

Pendirian posko darurat diambil guna mempermudah alur distribusi serta memastikan bantuan bahan pangan dapat menjangkau warga secara merata dan cepat.

Salah satu titik penampungan utama dan dapur umum yang telah beroperasi berada di Lapangan Gelanggang Olahraga Desa Nggele, dan beberapa titik yang sudah tersebar.

Disamping itu, Pemkab Pulau Taliabu mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar menahan diri dari tindakan yang berpotensi memicu kebakaran mengingat di tengah kondisi musim kemarau yang membuat vegetasi menjadi sangat kering dan mudah terbakar.

PPemerintah daerah juga melarang keras aktivitas pembukaan lahan pertanian dengan cara membakar serta mengimbau warga untuk tidak membakar sampah secara sembarangan.

(srm/srm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini