Nyawa Wanita Hamil di Kepulauan Sula Sering Dipertaruhkan di Tengah Laut
AyoTernate.com – Wanita hamil di Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara (Malut) berulang-ulang kali harus bertarung nyawa di tengah laut.
Di kabupaten yang masih berstatus daerah paling tertinggal ini, memiliki dua rumah sakit besar yang menghabiskan puluhan miliaran rupiah, di antaranya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanana, dan Rumah Sakit Pratama (RSP) FAM Dofa, Kecamatan Mangoli Barat.
Dua rumah sakit yang dibangun sebesar ini, hanya memiliki satu dokter spesialis kandungan, yaitu dokter Willy. Sementara dokter tersebut paling sering tidak berada di Sanana, Kepulauan Sula.
Lantaran kekurangan dokter kandungan, ulang-ulang kali pasien wanita hamil harus dirujuk ke Ternate maupun Ambon. Itupun bagi keluarga yang ekonominya mampu. Belum lagi, di Sanana sendiri tidak setiap hari ada transportasi laut maupun udara.
Dalam bulan Agustus 2026 ini, terdapat dua pasien yang dirujuk ke Ambon dan Ternate. Untuk pasien yang ke dirujuk ke Ambon, dalam perjalanan Sanana-Ambon, di tengah laut sudah lebih dulu melahirkan. Dibantu oleh pegawai honor yang bertugas di Puskesmas Mangoli Tengah.
Sedangkan pasien yang dirujuk ke Ternate, takdir berkata lain. Nyawa seorang bayi meninggal, berselang beberapa hari sang ibu kembali kritis dan meninggal dunia di Rumah Sakit Chasan Boesoirie Ternate.
Pada 12 Februari 2026, Bupati Kepulauan Sula, Fifian Adeningsi Mus bersama sejumlah pejabat meresmikan RSP FAM Dofa yang nilai anggaran proyek pembangunan Rp43,8 miliar itu. Namun, sampai saat ini belum terdengar pelayanan di rumah sakit tersebut.
“Iya, waktu itu tidak ada, karena dokter kandungan ada cuti ke luar daerah,” kata Amrin Teapon yang beberapa waktu lalu rujuk istrinya ke Ambon dan melahirkan di tengah laut, Senin (24/8/2026).
Dua peristiwa wanita hamil yang terjadi di bulan Agustus ini, hanya sebagian kecil kasus yang kebetulan ramai lantaran terekspos di media sosial. Sementara di balik itu, banyak sekali masalah wanita hamil yang tidak diketahui banyak orang.(red)






Tinggalkan Balasan