Pansus DPRD Kepulauan Sula Diduga Takut Lapor Proyek 2 Puskesmas ke APH
AyoTernate.com – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara diduga takut lapor proyek pembangunan Puskemas Wai Ipa dan Puskesmas Fuata ke aparat penegak hukum (APH).
Padahal, dari hasil Pansus itu, ditemukan beberapa proyek yang dikerjakan dari tahun 2024 sampai saat ini belum bisa diselesaikan.
Proyek yang menjadi hasil temuan Pansus itu, yakni pembangunan Puskesmas Wai Ipa dan Puskesmas Fuata. Dua pekerjaan ini, sudah menggunakan dua tahun anggaran.
Di tahun 2024, Puskemas Wai Ipa dan Puskemas Fuata dikerjakan menggunakan anggaran dari dana alokasi khusus (DAK). Lantaran tidak bisa diselesaikan, Pemerintah Daerah Kepulauan Sula kemudian anggarkan kembali menggunakan ABPD tahun 2025.
“Kami menduga anggota Pansus DPRD Kepulauan Sula takut lapor Puskemas Wai Ipa dan Puskemas Fuata ke APH,” kata Praktisi Hukum Maluku Utara, Zulkarnain Yoisangadj, Kamis (4/6/2026).
Zulkarnain menduga Pansus DPRD sengaja melindungi oknum-oknum yang terlibat dalam pekerjaan proyek puskesmas. Makanya Pansus tidak berani ambil langkah tegas.
“Padahal proyek itu nyatanya menjadi temuan Pansus. Tapi kenapa tidak langkah tegas yang diambil,” ujarnya.
Harusnya, Zulkarnain menambahkan, Pansus tidak mudah percaya dengan perkataan dari dinas terkait untuk menyelesaikan proyek tersebut. Wakil rakyat harus jeli melihat kondisi, karena proyek puskesmas sudah dikerjakan selama dua tahun tapi tidak pernah diselesaikan.
“Di tahun 2024, Puskemas Wai Ipa anggarannya Rp6,9 miliar, kemudian Puskemas Fuata nilainya Rp6,9 miliar. Kenapa Pansus tidak bertanya apa kendala proyek ini tidak bisa diselesaikan, sehingga dianggarkan lagi di tahun 2025,” tegas Zulkarnain.
Tentu, lanjutnya, DPC GMNI Kepulauan menduga bahwa Pansus DPRD telah “masuk angin”. Karena dua proyek puskemas ini sudah habiskan uang miliaran, tapi masih diberi kesempatan.
“Pansus jangan lupa, bahwa tahun 2025, para wakil yang menyetujui anggaran proyek itu di dalam APBD, untuk Puskesams Wai Ipa Rp2,2 miliar yang dikerjakan oleh CV Nuril Jaya
Sanana 1,6 miliar CV Nuril Jaya, kemudian Puskesmas Fuata Rp1,7 miliar CV Dwiyan Pratama,” pungkasnya.(red)





Tinggalkan Balasan