Ketua DPRD Malut Terpilih Secara Aklamasi di Kongres PP HPMS, Bawahan Bupati Ningsi Tumbang
AyoTernate.com – Ketua DPRD Provinsi Maluku Utara (Malut), Ikbal Ruray terpilih secara aklamasi di kongres Pengurus Pusat Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Sula (PP HPMS) ke4.
Atas kemenangan tersebut, maka sudah pasti bawahan Bupati Fifian Adeningsi Mus, yakni Sekda Muhlis Soamole yang merupakan salah satu kandidat terkuat itu, kalah dalam pertarungan ini.
Kongres tersebut, dilaksanakan pada Minggu (11/1/2026), yang bertempat di Asrama Haji Kota Ternate. Dalam kegiatan pembukaan, dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Malut, Sarbin Sehe, Walikota Ternate, M. Tauhid Soleman, Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji, Bupati Buru, Ikram Sangadji, Sekda Kepulauan Sula, Muhlis Soamole dan Ketua DPRD Kepulauan Sula, serta sejumlah masyarakat Sula.
Pertarungan kali ini, terdapat tiga kandidat yang resmi mendaftarkan diri untuk maju sebagai calon PP HPMS, di antaranya Ketua DPRD Malut, Ikbal Ruray, Sekda Kepulauan Sula, Muhlis Soamole dan Idrus Umarama.
Pemilihan PP HPMS ke-4 ini berjalan selama 2 hari. Pagi ini, Selasa (13/1/2026) Ikbal Ruray terpilih secara aklamasi sebagai PP HPMS periode 2026-2031. Sekda Muhlis Soamole dan Idrus Umarama dianggap tidak memenuhi syarat.
“Ada tiga kandidat, Ikbal Ruray, Muhlis Soamole dan Idrus Umarama. Dua kandidat bakal calon, pak Sekda dan Idrus Umarama tidak memenuhi syarat. Jadi hasilnya adalah aklamasi,” kata salah satu pemuda Sula yang hadir di sidang pleno kongres PP HPMS, yang tidak mau namanya dipublikasi.
Sekadar diketahui, sebelumnya kongres PP HPMS kali ini menjadi perdebatan panjang di semua kalangan masyarakat Sula. Karena figur yang bermunculan adalah politisi Partai Golkar dan birokrasi dari Kepulauan Sula. Sementara wadah ini merupakan tempatnya pelajar dan mahasiswa.
Organisasi yang dibangun sejak 1959 ini, sebelumnya dijabat oleh Plt Irfan Umasugi sejak tahun 2003 hingga 2026. Kongres PP HPMS, beberapa tahun sebelumnya sudah ulang-ulang kali direncanakan untuk dilakukan, tetapi selalu gagal.
Dari kegagalan pelaksanaan itu, bukan semata-mata karena terkendala oleh anggaran. Karena setiap kali kongres direncanakan, terdapat sumbangan anggaran dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah. Entah apa alasannya sehingga kongres selalu gagal dilakukan.(red)

Tinggalkan Balasan