Keberangkatan Dibatalkan, Orang Tua Wali Murid SMAN 1 Sanana Merasa Dibohongi oleh Dinas Pendidikan Malut

Papan nama SMAN 1 Sanana, Kepulauan Sula.

AyoTernate.com – Sejumah orang tua wali murid di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula merasa dibohongi oleh Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Utara (Malut).

Penyebabnya karena Dinas Pendidikan Malut telah membatalkan keberangkatan drumband SMAN 1 Sanana ke Sofifi, untuk tampil di upacara hari ulang tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pada tanggal 25 November 2025.

Kronologisnya, pada saat Kepala Dinas Pendidikan Maluku Utara, Abubakar Abdullah berkunjung di Kepulauan Sula beberapa waktu lalu, dia disambut oleh drumband SMAN 1 Sanana.

Dari situ, Abubakar melihat bahwa drumband dari SMAN 1 Sanana merupakan drumband yang paling terbaik di antara semua sekolah yang ada di 10 kabupaten kota.

Informasi yang didapati AyoTernate, bawah Abubakar Abdullah yang mengundang drumband SMAN 1 Sanana untuk tampil di upacara HUT PGRI di Sofifi. Mendengar undangan itu, para pelatih dan seluruh anggota drumband melakukan latihan rutin selama 2 minggu lebih.

Orang tua wali murid merasa kasihan dengan anak-anak mereka karena selama 2 minggu lebih itu, anak-anak latihan tanpa istrahat. Dalam satu hari latihan sebanyak 2 kali, yaitu pagi dan sore hari.

Bahkan, jika ada anak-anak yang sakit, ‘dipaksakan’ untuk harus tetap ikut latihan. Hal itu dimaksudkan agar nantinya bisa menampilkan yang terbaik di hadapan banyak orang di Sofifi.

Sesuai jadwal yang telah dibicarakan dari awal, harusnya para siswa dan siswi yang masuk dalam drum band ini, diberangkatkan pada hari Sabtu (22/11/2025) kemarin. Akan tetapi, mereka mendapat kabar pembatalan pada hari Jumat (21/11/2025), satu hari sebelum keberangkatan.

Yang lebih kasihannya lagi, para guru di SMAN 1 Sanana, sudah membeli tiket kapal untuk 90 peserta dan 10 orang pelatih. Bukan hanya itu, sejumlah orang tua wali murid juga telah mengeluarkan uang untuk belanja beberapa kebutuhan yang akan dipakai di Sofifi.

Seperti baju batik dan celana kain hitam serta sepatu. Karena pihak sekolah mendapat kabar kalau peserta drumband juga akan hadir pada acara ramah tamah, makanya para murid disuruh menggunakan pakai baju batik.

Ketika wartawan AyoTernate mengecek informasi ini ke beberapa orang, alasan dibatalkan keberangkatan ini karena Pemerintah Provinsi Maluku Utara tidak memiliki mobil bus untuk mengangkut peserta drumband dan penginapan di Sofifi juga tidak siap untuk menampung peserta drumband.

“Kami sangat kecewa setelah mendengar keberangkatan anak-anak dibatalkan,” kata salah satu orang tua wali murid SMAN 1 Sanana yang tak mau namanya dipublikasi, Minggu (23/11/2025).

Harusnya, orang tua wali murid itu mengatakan, sudah dari awal pihak dari Dinas Pendidikan memberi tahu kepada para guru yang ada di SMA 1 Sanana. Supaya anak-anak tidak susah payah berlatih.

“Saya sangat kasihan dengan anak saya. Sampai tidak ada waktu. Selama 2 minggu lebih itu latihan terus. Pagi sore. Anak saya pernah demam, tapi tetap ikut latihan. Keputusan itu merupakan suatu kebohongan yang melukai hati banyak orang tua dan murid,” sesalnya.

Tentu, lanjutnya, secara tidak langsung Dinas Pendidikan Malut telah membunuh semangat generasi yang akan datang. Membatalkan keberangkatan ini bukan langkah yang tepat.

“Kita yang orang tua saja kecewa, apalagi anak-anak yang setiap hari latihan tanpa kenal hujan dan panas. Mereka sudah lelah. Tetapi pada akhirnya dibalas dengan cara kaya begini. Ini merusak mental anak-anak kita,” tegas orang tua wali murid.

Kalau memang betul alasan pembatalan berangkat karena tidak ada bus dan penginapan, dia menambahkan, tentu hal itu sangat tidak masuk akal. Kecuali pada saat upacara HUT PGRI di tanggal 25 nanti melibatkan seluruh siswa yang ada di 10 kabupaten kota.

“Kan bukan pihak sekolah maupun orang tua wali murid yang meminta untuk tampil di Sofifi. Tapi ini permintaan langsung dari Kepala Dinas Pendidikan Malut. Masa hari ini baru alasan seperti itu. Yang jelas kami tidak terima, kami akan mengadu masalah ini ke Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda.(uki/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Sosok

Dialog Tuhan