DPRD Kepulauan Sula Diduga Mendukung Sejumlah Proyek Bermasalah
AyoTernate.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara (Malut) diduga ikut mendukung sejumlah proyek bermasalah.
Bagaimana tidak, sejauh ini DPRD terkesan tidak berkomentar atau menyampaikan kritik keras terhadap sejumlah proyek bermasalah yang ada di Kepulauan Sula.
Padahal, di Kepulauan Sula sendiri banyak sekali proyek yang tidak selesai dikerjakan, bahkan ada juga proyek fiktif yang telah menyeret mantan Plt Kepala Dinas PUPR Jainudin Umaternate sebagai tersangka.
Proyek-proyek tersebut, di antaranya pembangunan sekolah PAUD Modapuhi Trans tahun 2024, pembangunan Rumah Sakit Pratama FAM Dofa.
Kemudian proyek jalan sentra perkebunan Sanihaya-Modapuhi tahun 2023, proyek jalan Sanihaya-Modapia, ditambah lagi dengan proyek pembangunan empat puskesma, yakni Puskesmas Sanana, Wai Ipa, Fuata dan Puskesmas Kabau yang menggunakan dua sumber anggaran, yaitu DAK 2024 dan DAU 2025.
“Saya rasa masih banyak proyek yang tidak bisa kita sebut satu-persatu. Yang jadi pertanyaannya kenapa DPRD tidak bersuara di media. Kami menduga DPRD ikut mendukung proyek bermasalah,” kata Jul, salah satu warga Kepulauan Sula, Jumat (30/1/2026).
Sebagai wakil rakyat, Jul mengatakan bahwa pembangunan yang berkaitan erat dengan kebutuhan dasar masyarakat banyak, seperti jalan dan jebatan, DPRD harus kawal dan berani kritik dinas terkait maupun kontraktor,” ujarnya.
Tentu, ia menambahkan bahwa kontraktor-kontraktor nakal kalau tidak diawasi dan tidak ditegur, maka pasti pembangunan di Kepulauan Sula akan selalu cacat.
”Kasihan, karena yang menjadi korban adalah masyarakat. Sebenarnya DPRD ini berpihak ke siapa. Jangan jadi wakil rakyat yang tidak peduli dengan kemajuan daerah,” pungkasnya.(red)



Tinggalkan Balasan