Nilai Mata Kuliah Error, Mahasiswi Unkhair Ternate Nekat Bunuh Diri
AyoTernate.com – Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Untuk Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Seorang mahasiswa di Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Maluku Utara berinisial TI (19) diduga melakukan percobaan bunuh diri di Kompleks Rusunawa Kelurahan Fitu, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, pada Kamis (08/01/26).
Kapolsek Ternate Selatan, Ipda Fatmawati Sukur melalui Kasihumas Polres Ternate, Ipda Sudirjo saat dikonfirmasi mengatakan, aksi gantung diri yang dilakukan korban di lantai IV Rusunawa Unkhair menggunakan seutas tali itu sekitar pukul 04:30 WIT.
“Aksi korban untuk menggantung diri itu berhasil digagalkan oleh teman-temannya yang tinggal di Rusunawa tersebut, sehingga yang bersangkutan segera dapat dievakuasi,” katanya.
Sudirjo mengaku, sebelum kejadian korban sempat menghubungi kakaknya melalui telepon seluler dan menyampaikan bahwa banyak nilai mata kuliahnya yang mengalami error, sehingga tidak lulus. Ia juga sempat meminta maaf kepada keluarga.
“Kakak kandungnya menyampaikan bahwa korban mengalami tekanan psikologis dan depresi karena merasa gagal dalam perkuliahan, serta tidak ingin membuat orang tuanya sampai bersedih,” ucapnya.
Saat ini, korban telah dilarikan ke RSUD Chasan Boesorie Ternate untuk mendapatkan penanganan medis. Sekitar pukul 05.00 WIT, korban yang dibawa teman-temannya itu tiba di rumah sakit dan langsung dirawat oleh tenaga medis.
“Dari hasil pemeriksaan, korban mengalami luka memar di bagian leher akibat percobaan gantung diri. Namun, kondisi korban dilaporkan mulai membaik, terapi masih memerlukan perawatan dan pemantauan intensif dari medis,” ujarnya.
Sudirjo mengimbau kepada generasi muda agar tidak segan berbagi permasalahan dengan keluarga, teman, maupun pihak berwenang apabila mengalami tekanan psikologis. Warga juga diminta meningkatkan kesehatan mental di lingkungan sekitar.(red)



Tinggalkan Balasan