Terkait Proyek Jalan Fangahu Taliabu, Budiman: Harus Diaudit Secara Menyeluruh
AyoTernate.com – Proyek peningkatan jalan di Desa Fangahu, Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara (Malut) diduga dikerjakan hanya asal jadi.
Sebab, jalan tersebut hanya dibangun dengan waktu 4 hari jelang penutupan akhir tahun. DPRD Taliabu menilai proyek tersebut tidak mencerminkan perencanaan dan tata kelola keuangan daerah yang baik.
Anggota DPRD Kabupaten Pulau Taliabu, Budiman L. Mayabubun menegaskan bahwa pelaksanaan pekerjaan di akhir tahun anggaran dengan waktu yang sangat terbatas membuka ruang besar terjadinya penyimpangan administrasi maupun teknis.
“Kalau pekerjaan fisik baru dikerjakan empat hari menjelang tutup tahun anggaran, itu sudah tidak masuk akal secara perencanaan. Ini menunjukkan tidak tertib tata kelola keuangan daerah dan berpotensi kuat menjadi temuan,” tegas Budiman, Selasa (31/12).
Selain persoalan waktu pelaksanaan, Budiman juga menyoroti dugaan penggunaan material penimbunan yang tidak memiliki izin resmi. Menurutnya, penggunaan material ilegal bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga berimplikasi hukum bagi pihak pelaksana maupun pejabat yang membiarkannya.
“Material penimbunan harus jelas asal-usul dan izinnya. Kalau menggunakan material ilegal, maka ini bukan sekadar pelanggaran teknis, tapi sudah masuk ranah pelanggaran hukum dan merugikan daerah,” ujarnya.
Politisi PDI-Perjuangan Pulau Taliabu itu menilai kondisi tersebut mencerminkan lemahnya pengawasan dari dinas teknis dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Ia meminta Inspektorat Daerah dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk memberi perhatian serius terhadap proyek tersebut.
“Saya minta Inspektorat dan BPK jangan tutup mata. Proyek seperti ini harus diaudit secara menyeluruh, mulai dari proses penganggaran, pelaksanaan, hingga sumber material yang digunakan,” pungkasnya.
DPRD, lanjut Budiman, akan menjadikan persoalan ini sebagai bahan evaluasi serius dalam pembahasan laporan pertanggungjawaban pemerintah daerah, agar praktik pekerjaan asal jadi di akhir tahun anggaran tidak terus berulang.(red)



Tinggalkan Balasan