Jelang Nataru, Polda Malut Minta Masyarakat Waspadai Ancaman Radikalisme
AyoTernate.com – Jelang natal dan tahun baru (Nataru) Polda Maluku Utara (Malut) minta kepada masyarakat agar waspadai ancaman radikalisme.
Kabid Humas Polda Malut, Kombes Pol. Bambang Suharyono, mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman radikalisme dan intoleransi, terutama yang menyebar melalui ruang digital.
Bambang menegaskan bahwa momentum natal dan tahun baru merupakan periode meningkatnya aktivitas sosial dan interaksi di media digital. Situasi ini sering dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk menyebarkan paham radikal, memancing intoleransi, serta menyebarkan hoaks yang dapat memecah persatuan masyarakat.
“Perayaan natal dan tahun baru adalah momen damai untuk semua. Namun pada saat seperti ini, kelompok radikal dan intoleran kerap memanfaatkan tingginya arus informasi untuk menyebarkan propaganda, ajakan ekstrim, serta narasi yang memecah belah,” katanya, Rabu (26/11/2025).
Menurutnya, radikalisme dan intoleransi di ruang digital dapat muncul dalam berbagai bentuk, di antaranya hoaks dan disinformasi yang mengarah pada kekerasan atau kebencian, provokasi SARA yang menumbuhkan intoleransi antar kelompok, propaganda ekstremisme yang menyerang nilai toleransi dan keberagaman, dan manipulasi isu sosial untuk menciptakan konflik di tengah masyarakat.
“Kami mengajak masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menerima informasi. Jangan mudah percaya dengan pesan berantai, unggahan provokatif, atau konten yang melemahkan toleransi. Saring sebelum sharing,” pintanya.
Polda Maluku Utara mengimbau masyarakat untuk melaporkan akun atau aktivitas digital yang mencurigakan kepada pihak kepolisian, tidak membagikan informasi tanpa verifikasi, terutama yang mengandung unsur SARA serta menggunakan media sosial secara bijak, demi menjaga suasana damai menjelang Nataru. Pentingnya menjaga ketentraman daerah selama perayaan keagamaan dan pergantian tahun.
“Mari kita ciptakan natal dan tahun baru yang aman, penuh toleransi, serta bebas dari pengaruh radikalisme. Keamanan dan kedamaian Maluku Utara adalah tanggung jawab kita bersama,” tutupnya.(uki/red)



Tinggalkan Balasan