Driver Mobil Online Meresahkan, Supir Angkot Desak Boikot
AyoTernate.com – Sejumlah sopir angkot di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara mendesak agar pemerintah memboikot transportasi mobil yang menggunakan jalur online.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ternate, Faizal Badaruddin menyampaikan, tuntutan aksi boikot terhadap pengemudi transportasi online bukan merupakan kewenangan mereka.
Karena, ia mengungkapkan, operasional transportasi online merupakan kerja sama dengan kementerian. Jadi masukan dari para sopir angkot tetap akan ditampung dan dikaji lebih lanjut.
“Mereka tuntut itu kan boikot driver online, dan itu aturannya bukan pemerintah kota atau Dishub yang keluarkan. Itu semua kerja sama kementerian. Aspirasi mereka akan kita tampung dan akan ditindaklanjuti dengan mekanisme yang tepat,” kata Faizal, Selasa (18/11/2025).
Dalam pertemuan sebelumnya dengan para sopir angkot di Terminal Gamalama, lanjutnya, para sopir meminta agar dapat berdialog langsung dengan Wali Kota Ternate. Namun, pertemuan tersebut baru dapat dilaksanakan setelah walikota kembali dari luar daerah.
“Saat tatap muka dengan sopir angkot di terminal, mereka meminta bisa bertemu langsung dengan Pak Walikota. Jadi aspirasi mereka akan menunggu hingga beliau kembali,” ucapnya.
Mulyono Dahlan (40), Sekretaris Ikatan Solidaritas Sopir Angkot
(ISSAP) Kota Ternate mengatakan, hingga kini belum ada pertemuan apa pun dengan Walikota Ternate. Rencananya bakal diadakan pada tanggal 25 November 2025 untuk membahas tuntutan mereka.
“Karena walikota baru datang, kemungkinan pertemuan dilakukan tanggal 25 November 2025. Satu dua hari ke depan sudah ada info pertemuan itu,” katanya, Kamis (20/11/2025).
Kalau memang angkutan berbasis online tidak bisa dihilangkan karena terafiliasi dari pusat, ia menambahkan, setidaknya ada pembagian zona antara angkutan konvensional maupun berbasis online.
“Selain itu, kasih jelas mereka punya identitas. Supaya dapat tahu zona di mana memang melarang mereka beroperasi,” ungkapnya.
Sebelumnya, ISSAP Kota Ternate mendesak Pemerintah Kota Ternate melakukan penataan ulang tata kelola transportasi perkotaan. Sebab, berlakunya operasional angkutan berbasis aplikasi dinilai berdampak pada penurunan pendapatan sopir angkutan umum konvensional.
Ketua ISSAP Kota Ternate, Muhammad Ely mengatakan, perlunya keberpihakan dan ketegasan dari Pemkot Ternate dalam mengatur operasional angkutan berbasis aplikasi di zona angkutan konvensional demi menjaga keseimbangan. Pihaknya juga meminta Pemkot Ternate agar mengembalikan fungsi terminal sebagaimana mestinya.
ISSAP menegaskan akan terus menyuarakan tuntutan hingga pemerintah memberikan keputusan resmi terkait keberadaan transportasi online di Kota Ternate.
“Kalau Pemkot Ternate tidak serius tanggapi kami. Maka, ada opsi lanjutan dari ISSAP dengan menindaklanjuti ke DPRD Kota Ternate,” tegasnya.(uki/red)



Tinggalkan Balasan